Call us on

  0812-9002-1967
Simply The Best ... Straight to The Point ... We Encourage You to The Peak ...
ISO 9001:2015
untitled

ISO 9001 (Quality Management System )

1. Introduction

ISO 9000 adalah adalah seri standard internasional untuk Sistim Manajemen Mutu (Quality Management System). Standar ini diterapkan oleh perusahaan/organisasi yang ingin secara terus menerus meningkatkan kepuasan pelangganya. Dengan meningkatnya kepuasan pelanggan diharapkan perusahaan dapat meningkatkan penjualan, keuntungan dan daya saingnya sehingga sebagai hasil akhirnya perusahaan dapat terus hidup dan berkembang.

Standar ISO 9000 telah mengalami beberapa kali revisi. Pertama kali standard ini diterbitkan pada tahun 1987, direvisi pertama tahun 1994, revisi kedua tahun 2000, revisi ketiga tahun 2008 dan revisi keempat atau yang terakhir pada bulan September 2015.
Tujuan dari revisi standar ini adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi dunia usaha yang terus berubah.

 

2. Manfaat Penerapan ISO 9001.

Dibandingkan dengan standard-standar lainnya yang dikeluarkan oleh ISO, standard ISO 9001 adalah standard yang paling populer dan paling banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia . Menurut survey yang dilakukan oleh ISO pada tahun 2014, telah diterbitkan lebih dari 1,138 juta sertfikat ISO 9001. Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari penerapan dan sertifikasi standard ISO 9001 ini antara lain :
1. Mengarahkan manajemen perusahaan untuk fokus kepada pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen sehingga kepuasan konsumen tercapai (customer satisfaction).
2. Meningkatkan kepercayaan dari konsumen dan calon konsumen.
3. Meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasi perusahaan dalam mencapai tujuannya.
5. Menciptakan sarana komunikasi antara manajemen perusahaan dengan karyawannya dan pihak luar perusahaan seperti konsumen dan supplier.
6. Meningkatkan daya saing perusahaan dalam menghadapi persaingan.
7. Manfaat keseluruhannya adalah agar perusahaan dapat terus hidup dan berkembang.

3. Seri Standar ISO 9000.

ISO 9000 adalah seri standard yang terdiri dari 4 standar, yaitu :
1. ISO 9000 : 2015 : adalah standard yang berisi tentang :
a. Konsep-konsep Dasar dan Prinsip-prinsip Manajemen Mutu
b. Penjelasan / definisi dari Istilah-istilah (kosa kata) yang digunakan dalam seri Standar Sistim Manajemen Mutu (SMM) ISO 9000. 2. ISO 9001 : 2015 adalah standar yang berisi persyaratan-persyaratan yang harus diterapkan oleh perusahaan/organisasi bila perusahaan ingin memperoleh sertifikasi ISO 9001.
3. ISO 9004 : 2009 adalah standar yang berisi panduan dalam penerapan Sistim Manajemen Mutu agar suatu perusahaan dapat mencapai keberhasilan yang berkelanjutan (Sustained Success).
4. ISO 19011 adalah standar yang berisi panduan dalam melaksanakan Audit Sistim Manajemen. Dalam penerapannya standar ISO 9001 lah yang paling banyak digunakan.

4. Perubahan Pada ISO 9001 : 2015

Pada bulan September 2015 yang lalu ISO telah menerbitkan revisi terakhir dari standard ISO 9001. Perbedaan dan hal-hal baru pada standar ini dibandingkan dengan versi sebelumnya ISO 9001 : 2008 antara lain :
a. Diterapkannya Struktur Standar Manajemen yang baru (High Level Structure Annex SL ), dimana seluruh Standar Manajemen yang diterbitkan oleh ISO akan memiliki Susunan Klausul yang sama (Nama Klasul 1 sampai dengan Klausul 10 sama, baik untuk standard ISO 9001, ISO 14001 dan standard-standar manajemen lainnya yang akan menyusul seperti ISO 22000, ISO 27000, dll).
b. Adanya Klausul Konteks Organisasi (Klausul 4) yang mengharuskan perusahaan/organisasi untuk selalu mempertimbangkan isu-isu eksternal, internal dan Kebutuhan serta Harapan Pihak Berkepentingan. Hal ini bertujuan agar perusahaan terus memperhatikan perubahan/ perkembangan yang terjadi baik di dalam maupun diluar perusahaan dan mengambil tindakan yang tepat sehingga perubahan tersebut tidak menimbulkan efek negatif terhadap perusahaan. Dalam praktek bisnis sesungguhnya sering perusahaan mengalami kemunduran atau bahkan kebangkrutan disebabkan perusahaan tersebut tidak mengantisipasi dengan tindakan yang tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi.
c. Pemikiran Berbasis Resiko. Pemikiran tentang Resiko dan Peluang. Menghadapi Resiko yang mungkin timbul perusahaan harus melakukan tindakan antisipasi agar perusahaan dapat meniadakan, meminimalisai atau mengendalikan efek negatif dari resiko tsb. Demikian juga dengan Peluang, dimana perusahaan juga harus mengidentifikasi peluang atau kesempatan yang ada dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
d. Perubahan beberapa Istilah yang digunakan, seperti : – Produk (Product) menjadi Produk dan Jasa (Product and Service)
– Pemasok (Supplier) menjadi Penyedia Eksternal (External Provider)
– Prosedur Terdokumentasi dan Catatan Mutu (Documented Procedure and Quality Records)
menjadi Informasi Terdokumentasi (Documented Information).

iso9001

5. Strategi Penerapan ISO 9001.

Untuk menerapkan ISO 9001 di suatu perusahaan/organisasi, maka diperlukan langkah-langkah berikut (bagi perusahaan yang belum menerapkan) :
1. Manajemen Puncak sebagai pemimpin tertinggi perusahaan /organisasi telah menyatakan tekad atau komitmennya untuk menerapkan Sistim Manajemen Mutu ISO 9001. Hal ini sangat penting karena penerapan ISO 9001 akan melibatkan seluruh bagian/departemen dan seluruh lapisan karyawan, mulai dari presiden direktur, pimpinan departemen dan seluruh karyawan di masing- masing bagian.

2. Perusahaan membentuk Team Khusus yang memiliki tugas untuk menerapkan standar ISO 9001. Team ini umumnya terdiri dari perwakilan masing-masing departemen dan seorang kepala team. Team ini biasanya disebut sebagai Team Implementasi ISO 9001.

3. Team Implementasi ini akan membuat rencana kerja yang meliputi langkah-langkah sbb :
a. Pemahaman tentang standard ISO 9001.
b. Menyusun Sistim Manajemen Mutu sesuai dengan Standar ISO 9001
c. Menerapkan Prosedur yang telah ditetapkan.
c. Menerapkan Prosedur yang telah ditetapkan.
d. Melakukan Internal Audit.
e. Melaksanakan Tinjauan Manajemen.
f. Mengajukan permohonan proses sertifikasi kepada Badan Sertifikasi.
g. Menjalani Audit oleh Badan Sertikasi.
h. Menindak lanjuti hasil temuan audit.
i. Perolehan sertifikat dari Badan Sertifikasi.

4. Kombinasi dari cara-cara di atas.
Cara mana yang paling sesuai tergantung pada pengalaman personel Team Implementasi. Bila ada anggota team yang memiliki pengalaman dalam menerapkan ISO 9001 maka tidak diperlukan kehadiran trainer atau konsultan dari luar perusahaan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Proses Implementasi , Sertifikasi atau Penyesuaian Sistim Manajemen Mutu ke standar yang baru ISO 9001:2015, PT Global Adhitama Sinergi menyediakan Buku-buku Referensi, Jasa Pelatihan dan Konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda dengan biaya yang sangat ekonomis.

Untuk Informasi lebih lanjut :

Silahkan hubungi kami di
HP/WA : 0812-9002-1967 atau email kami : mastering279@gmail.com