Call us on

  0812-9002-1967
Simply The Best ... Straight to The Point ... We Encourage You to The Peak ...
ISO/TS 16949
 iso-ts

1. Introduction

ISO/TS 16949 (TS : Technical Specification) adalah standard Sistim Manajemen Mutu untuk Industri Otomotif.
Standar ini diterapkan pada perusahaan pembuat mobil / kendaraan bermotor termasuk supplier-supplier yang memproduksi komponen-komponennya. Edisi pertama standard ini diterbitkan pada tahun 1999, edisi Kedua tahun 2002, edisi ketiga tahun 2009 dan edisi Keempat direncanakan akan terbit pada bulan Desember 2016.
Standar ini disusun oleh ISO (International Organization for Standardization) bersama IATF (International Automotive Task Force). IATF adalah Asosiasi Perusahaan Otomotif yang beranggotakan : BMW Group, Chrysler Group, Daimler AG, Fiat Group Automobile, Ford Motor Company, General Motors Company, PSA Peugeot Citroen, Renault SA, Volkswagen AG dan asosiasi industry & perdagangan otomotif : AIAG (U.S.), ANFIA (Italy), FIEV (France), SMMT (U.K.) and VDA (Germany). IATF memiliki 5 kantor perwakilan, yaitu di USA, Jerman, Perancis, Itali dan Inggris.

2. Manfaat Penerapan ISO/TS 16949

Standar ISO/TS 16949 berfokus pada Tindakan Pencegahan untuk menghindari terjadinya defect/masalah. Oleh karena itu penerapan Core Tools menjadi kewajiban bagi perusahaan yang menerapkan standard ini (Core Tools adalah prosedur / proses yang harus dilaksanakan untuk menjamin produk akan memenuhi spec/persyaratan yang telah ditentukan).

Adapun manfaat-manfaat yang akan diperoleh dengan penerapan dan perolehan sertifikasi dari standar ini antara lain :
1. Melaksanakan Continual Improvement, mencegah terjadinya defect dan pengendalian variasi sehingga meningkatkan produktifitas dan efeisiensi perusahaan.
2. Meningkatkan kepuasan dan kepercayaan dari buyer.

3. Memenuhi persyaratan buyer dari industri otomotif (kebanyakan perusahaan otomotif menjadikan perolehan sertifikasi ISO/TS 16949 sebagai persyaratan utama bagi para supplier / calon supplier mereka).

4. Meningkatkan daya saing perusahaan.

3. Tentang Standar ISO/TS 16949 : 2009

Standar ISO/TS 16949 : 2009 menggunakan Standar ISO 9001 : 2008 sebagai dasarnya. Klausul-klausulnya sama dengan ISO 9001 tetapi memiliki beberapa tambahan sub-klausul.

Selain itu perusahaan yang ingin menerapkan ISO/TS 16949 juga harus menerapkan Core Tools dan Persyaratan Khusus dari Buyer Mereka ( CSR : Customer Specific Requirements). Yang disebut dengan Core Tools, yaitu :

1. APQP (Adavence Product Quality Planning)
Urutan-urutan proses yang harus dilakukan untuk menjamin agar produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh buyer. Proses-proses tersebut meliputi Contract Review / Program Plan, Design & DFMEA, Determine & Review of Capability to Fulfil Requreiments Related to Product, Production Process Flow, Create PFMEA, Create Control Plan, Create Working Instruction, Product & Process Validation & Continual Improvement.

2. FMEA (Failure Mode Effect Analysis)
Adalah prosedur untuk mengidentifikasi Kegagalan/Failure yang mungkin terjadi, Efek/akibat dari Failure tsb, Penyebab dari failure, Possibility terjadinya failure, kemampuan mendeteksi failure dan tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau menghindari penyebab failure.

3. MSA (Measuring System Analysis) Prosedur untuk memastikan Kehandalan (Reliability) dari proses Inspeksi, pengukuran & Pengujian yang dilakukan.

4. PPAP (Production Part Approval Process) Prosedur bagi supplier untuk memperoleh persetujuan/approval dari buyer mereka sebelum mereka masuk ke dalam tahap produksi masal. Prosedur ini diberlakukan untuk part baru atau part yang dimodifikasi.

5. SPC (Statistical Process Control). Tehnik-tehnik statistik yang digunakan untuk memonitor dan mengendalikan proses sehingga Dapat mencegah terjadinya defect dan meminimumkan variasi. Tehnik-tehnik tsb antara lain : X-Bar, R-Chart, Capability (Cpk, Ppk), Run Chart, Cause & Effect Analysis (Fish Bone Diagram), Histogram, Pareto, Scatter Diagram, Radar, dll.

6. 8D Problem Solving (persyaratan khusus dari Ford).
8D adalah prosedur untuk menganalisa dan menentukan solusi dari suatu masalah, dimana dilakukan melalui 8 langkah, yaitu : D0 : Planning Phase,
D1 : Establish a Team,
D2 : Define & Describe Problem,
D3 : Developing, Implement & Verify Containment Plan,
D4 : Determine, Identify & Verify Root Cause & Escape Point,
D5 : Choose & Verify Permanent Corrective Actions For Rootcause & Escape Points,
D6 : Implement & Validate Permanent Corrective Action and Choose the best corrective action,
D7 : Prevent Recurrence by modification of working method, Procedure, system, etc for this & similar problems,
D8 : Congratulate to Team.

Selain melakukan core tools di atas ada perusahaan-perusahaan yang memiliki persyaratan khusus (CSR) yang harus diterapkan oleh supplier-supplier mereka, yaitu :
BMW Group, Ford Motor Company, General Motors, PSA Peugeot Citroen, Renault, FCA US LLC, FCA Italy SpA, dan IAOB.

isots

4. Perubahan Pada ISO/TS 16949 : 2016

Pada bulan Desember 2016 akan diterbitkan Standar ISO/TS 16949 Edisi ke 4. Perubahan-perubahan pada standard yang baru antara lain :
a. Memasukkan beberapa CSR (Customer Specific Requirements) ke dalam standard untuk mengurangi kompleksitas dan jumlah CSR yang harus diterapkan oleh para supplier dan yang harus diaudit oleh Badan Sertifikasi.
b. Memasukkan persyaratan-persyaratan untuk Safety Related Parts dan proses-prosesnya.

c. Peningkatan persyaratan Product Traceability.
d. Menambahkan persyaratan untuk product/part yang menggunakan software.
e. Menambahkan proses manajemen penjaminan masalah NTF (No Trouble Found) dan penggunaan panduan industri otomotif.
f. Klarifikasi manajemen Supplier Sub-Con (sub-tier supplier) dan persyaratan pengembangannya.
g. Penambahan persyaratan Corporate Responsibility.
h. Mengadopsi High Level Structre Annex SL dalam penyusunan klausu-klausul standarnya sehingga susunan klausul-klausulnya sama dengan standar ISO 9001 : 2015.
Perusahaan yang telah menerapkan standard ISO/TS 16949 : 2009 akan diberikan kesempatan hingga bulan Sept 2018 untuk mengadopsi standard yang baru ini. Dan sejak 1 Oktober 2017 tidak ada lagi audit yang menggunakan standard ISO/TS 16949:2009, baik itu audit surveillance maupun audit untuk sertifikasi.

5. Strategi Penerapan ISO/TS 16949.

Proses penerapan standard ISO/TS 16949 di suatu perusahaan menyerupai proses penerapan standard ISO 9001 dikarenakan keduanya memiliki banyak persamaan. Tetapi keharusan penerapan Core Tools menjadikan proses penerapan ISO/TS 16949 menjadi jauh lebih sulit.

Proses pemahaman dan penerapan Standar ISO/TS 16949 bisa menggunakan beberapa cara, diantaranya :
1. Membeli & mempelajari buku referensi dan standar ISO/TS 16949.
2. Menggunakan jasa trainer/konsultan dari luar perusahaan.
3. Melakukan Bench Marking (studi banding) ke perusahaan sejenis yang telah menerapkan Standar tsb.
4. Kombinasi dari cara-cara di atas.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Proses Implementasi , Sertifikasi atau Penyesuaian Sistim Manajemen Mutu ke standar yang baru ISO 9001:2015, PT Global Adhitama Sinergi menyediakan Buku-buku Referensi, Jasa Pelatihan dan Konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan Anda dengan biaya yang sangat ekonomis.

Untuk Informasi lebih lanjut :

Silahkan hubungi kami di
HP/WA : 0812-9002-1967 atau email kami : mastering279@gmail.com